INTEGRITY
PROFESSIONALISM
ENTREPRENEURSHIP
Language

Kurikulum Pola Ilmiah Pokok

Latar Belakang
Pola Ilmiah Pokok (PIP) merupakan hal yang membedakan jati diri atau identitas universitas yang satu dengan lainnya. Dengan latar belakang Kelompok Usaha Pembangunan Jaya yang bergerak di bidang pengembangan kawasan urban, UPJ mengembangkan Urban Development and Urban Lifestyle sebagai pusat keunggulan (center of excellence).

Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya Pendidikan dan Pengajaran, kurikulum PIP UPJ pun mencerminkan jati diri unggul di atas. Hal ini diwujudkan dengan KOTA atau Kelas Open To All bertema Urban. Open To All adalah lebih dari 100 (seratus) mata kuliah dari 10 (sepuluh) Program Studi (Prodi) UPJ tanpa prasyarat. Karena tanpa prasyarat, maka mata kuliah-mata kuliah tersebut dapat diambil oleh mahasiswa dari Prodi apapun.

Di antara mata kuliah-mata kuliah Open To All tersebut, terdapat sederetan mata kuliah yang memiliki konten urban, baik secara eksplisit (urban menjadi obyek kajian) maupun implisit (urban sebagai konteks kajian). Mata kuliah Open To All berkonten urban tersebutlah yang dikelompokkan menjadi KOTA.

Terdapat 5 rumpun KOTA, yang mencerminkan 5 pasang Prodi yaitu:

  1. Urban Development: Arsitektur dan Teknik Sipil
  2. Urban Growth: Akuntansi dan Manajemen
  3. Urban Society: Komunikasi dan Psikologi
  4. Urban Culture: Desain Komunikasi Visual dan Desain Produk
  5. Urban and The Future: Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Untuk jelasnya, silakan lihat Tabel 1 di bawah ini untuk mengetahui bagaimana UPJ berupaya mendefinisikan secara operasional rumpun-rumpun mata kuliah KOTA sesuai aras Prodi.

Table 1. Urban as a Group of Subject

Mengambil Mata Kuliah KOTA

Mahasiswa UPJ dari Prodi apapun diwajibkan untuk memilih minimal 1 (satu) mata kuliah dari setiap rumpun. Contohnya mahasiswa Teknik Sipil, yang berada di bawah rumpun Urban Development, mengambil mata kuliah Manajemen Komunikasi di Prodi Ilmu Komunikasi (Urban Society), Komputer dan Masyarakat di Prodi Sistem Informasi (Urban and The Future), Pengantar Bisnis dan Manajemen di Akuntansi (Urban Growth) dan Teknik Produksi Multimedia (Urban Culture).

Untuk melihat peta perjalanan dalam mengambil mata kuliah KOTA, silakan lihat gambar di bawah ini. Perlu diingat bahwa tiap Prodi telah menyusun rekomendasi maupun kebijakan yang bersifat khas Prodi, mahasiswa diharapkan untuk berkonsultasi terkait peta perjalanan yang dapat ditempuh untuk mengambil mata kuliah KOTA.

Gambar 1. Peta Kurikulum

Adapun cara pengambilan mata kuliah KOTA adalah sebagai berikut:

  1. Guna meraih capaian berwawasan luas, mahasiswa UPJ bebas mengembangkan keragaman pengetahuan. Maka semua mahasiswa UPJ berkesempatan memilih mata kuliah sesuai keinginan agar pengetahuannya beragam dan wawasannya luas.Contoh: Mahasiswa Prodi PSI mengambil mata kuliah Open To All baik yang ada di dalam maupun di luar Prodi PSI.
  2. Guna meraih capaian penyelesaian masalah (problem solving), mahasiswa UPJ memilih mata kuliah dengan memperhatikan sejumlah batasan sebagai berikut: Mahasiswa UPJ wajib memilih mata kuliah Open To All bertema urban (KOTA) yang telah dikategorisasikan berdasarkan rumpun yaitu (1) Urban Development, (2) Urban Growth, (3) Urban Society, (4) Urban Culture dan (5) Urban and the Future.
  3. Mahasiswa wajib mengambil minimal 1 (satu) mata kuliah dari setiap rumpun. Tujuan batasan ini adalah guna memastikan setiap rumpun terwakili merata. Demi fleksibilitas, pengambilan rumpun tersebut tidak bersifat sekuensial. Artinya mahasiswa dapat mulai dari rumpun manapun sesuai keinginan, jadwal dan ketersediaan. Menghadapi sekian banyak pilihan dalam batasan yang disediakan membuat semua mahasiswa UPJ mengasah keterampilan penyelesaian masalah (problem solving).Contoh: Mahasiswa Prodi PSI ada di rumpun Urban Society. Maka, mahasiswa Prodi PSI wajib mengambil minimal 1 (satu) mata kuliah KOTA dari rumpun selain Urban Society: yaitu Urban Development, Urban Growth, Urban Culture dan Urban and the Future. .
  4. Guna meraih capaian berpikir kritis (critical thinking), mahasiswa UPJ melakukan hal-hal berikut. Di Semester I, mahasiswa UPJ dibekali mata kuliah Dasar Logika Matematika (DLM) sebagai Mata Kuliah Umum (MKU) Wajib Universitas dengan materi ajar berpikir kritis. Mahasiswa UPJ mengasah keterampilan tersebut saat memilih KOTA. Caranya dengan mengkaji silabus KOTA yang terdapat di Open Course Ware (OCW) UPJ yang tersedia berkat dukungan Information Communication Technology (ICT).Informasi di OCW antara lain Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Deskripsi Tugas, Kontrak Belajar dan berbagai materi ajar. Dengan cara ini, mahasiswa melakukan konseptualisasi, aplikasi, analisa, sintesa dan/atau evaluasi informasi.

Contoh 1:

Mahasiswa dari Fakultas Humaniora dan Bisnis (PSI, KOM, AKT dan MGT)

Mahasiswa PSI mengambil Fotografi (dari Rumpun Urban Culture) karena keterampilan fotografi dapat ia gunakan sebagai medium merekam perilaku manusia yang selama ini ia pelajari lewat ilmu Psikologi. Kemudian mahasiswa PSI memilih mata kuliah Studi Perumahan dan Pemukiman (dari Rumpun Urban Development) karena ia tertarik mengaplikasikan ilmu Psikologi guna memajukan kualitas kehidupan (quality of life) dalam lingkup tersebut. Mahasiswa PSI juga memilih Knowledge Management (dari Rumpun Urban and the Future) karena ia tertarik mengaplikasikan ilmu Psikologi dalam mengelola pengetahuan sebagai intellectual capital yang menjadi modal penting pengembangan sumber daya manusia terutama di wilayah urban. Tak hanya itu, mahasiswa PSI mengambil Leadership and Team Development (dari Rumpun Urban Growth) untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan dan kerjasama tim yang juga penting dalam ilmu Psikologi.

Contoh 2:

Mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Desain (ARS, TSP, TIF, SIF, DKV dan DP)

Mahasiswa TSP mengambil Manajemen Komunikasi (dari Rumpun Urban Society) karena ia menyadari bahwa suksesnya proyek-proyek teknik sipil ditentukan juga oleh keberhasilannya berkomunikasi dengan berbagai pihak. Kemudian mahasiswa TSP memilih Komputer dan Masyarakat (dari Rumpun Urban and The Future) karena ia dapat memanfaatkan sistem komputer untuk supervisi dan pengendalian mutu pada proyek teknik sipil yang nantinya ia kelola saat bekerja. Mahasiswa TSP mengambil Pengantar Bisnis dan Manajemen (dari Rumpun Urban Growth) guna mengasah keterampilan melihat peluang bisnis dalam mengembangkan proyek. Mahasiswa TSP juga mengambil Teknik Produksi Multimedia (dari Rumpun Urban Culture) karena ia dapat memanfaatkan keterampilan tersebut guna mengemas presentasi bisnis untuk meyakinkan para investor agar tertarik dengan proyeknya.

Guna meraih capaian pembelajaran seumur hidup (lifelong learning), maka mahasiswa melakukan proses pengembangan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi melalui diskusi dengan dosen Pembimbing Akademik (PA).
Guna memastikan proses diskusi tersebut berkontribusi pada proses pembelajaran sepanjang hidup, maka diskusi tersebut dipandu dengan Kerangka Acuan Diskusi pada tabel di bawah ini. Panduan ini dirancang digunakan online agar mahasiswa dapat mengisi dahulu sebelum berdiskusi dengan dosen PA.

Download Kurikulum dan Mata Kuliah KOTA : Download

Daftar Mata Kuliah Kota Semester Gasal TA 2018-2019  : Download

Brosur Kota : Download