INTEGRITY
PROFESSIONALISM
ENTREPRENEURSHIP
Language

SED

Sustainable Eco Development

Latar Belakang

Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula.Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.Menumbuhkan kesadaran akan kelestarian lingkungan adalah tindakan bijak yang harus dimiliki setiap individu. Menumbuhkan kesadaran manusia akan kelestarian lingkungan hidup bukanlah perkara yang mudah karena bersinggungan dengan faktor kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan tertentu, yang pada akhirya berujung pada permasalahan materi. Kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup sering musnah tergadaikan oleh kepentingan pribadi dan golongan.

Menumbuhkan kesadaran diri manusia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup adalah pekerjaan yang sulit dan berat, namun harus terus diupayakan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan pengarahan dan pembelajaran akan pentingnya kelestarian hidup sejak dini lewat lingkungan pembelajaran, baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat luas. Oleh karena itu, tiap-tiap individu itu berhak dan berkewajiban untuk menjaga lingkungan di sekitarnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melek sampah yang mana yang dapat di daur ulang dan mana yang tidak bisa, efisien di dalam menggunakan aneka produk yang bersumber langsung dari alam seperti kertas atau bahan bakar yang dihasilkan dari minyak bumi atau fosil.Disiplin diri juga dapat diterapkan di dalam pola kehidupan sehari-hari khususnya di dalam penyediaan kebutuhan sehari-hari, seperti selalu membeli produk yang dapat didaur ulang atau kemasan isi ulang, membeli barang-barang yang hemat energi bahkan lebih baik jika hemat energi.Dan masih banyak lagi hal sepele yang dapat dilakukan sehari-hari di dalam upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Lingkungan hidup mempunyai konsep sentral dalam ekologi yang disebut ekosistem, yaitu mempunyai hubungan antara komponen-komponen dan bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Tanpa perbuatan atau campur tangan manusia yang berlebihan sesungguhnya sikluss alam akan tetap. Karena kerusakan oleh alam sendiri, dapat dikembalikan lagi oleh alan secara alami. Tetapi kerusakan oleh manusia sulit untuk dikembalikan lagi oleh alam, bahkan tidak akan sama lagi seperti semula.Semakin berkembangnya industri di berbagai negara, masalah lingkungan hidup tampaknya memerlukan perhatian lebih, khususnya dari negara industri.Masalah lingkungan hidup bukan hanya dirasakan oleh negara-negara maju saja, namun juga pada negara-negara berkembang.Bahkan, pada negara-negara berkembang persoalan lingkungan memberikan dampak yang lebih parah.Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan.Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Eco Development.

Lingkungan hidup mempunyai konsep sentral dalam ekologi yang disebut ekosistem, yaitu mempunyai hubungan antara komponen-komponen dan bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Tanpa perbuatan atau campur tangan manusia yang berlebihan sesungguhnya sikluss alam akan tetap. Karena kerusakan oleh alam sendiri, dapat dikembalikan lagi oleh alan secara alami. Tetapi kerusakan oleh manusia sulit untuk dikembalikan lagi oleh alam, bahkan tidak akan sama lagi seperti semula.Semakin berkembangnya industri di berbagai negara, masalah lingkungan hidup tampaknya memerlukan perhatian lebih, khususnya dari negara industri.Masalah lingkungan hidup bukan hanya dirasakan oleh negara-negara maju saja, namun juga pada negara-negara berkembang.Bahkan, pada negara-negara berkembang persoalan lingkungan memberikan dampak yang lebih parah.Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan.Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Eco Development.

Salah satu Pola Ilmiah Pokok UPJyaitu ecodevelopment, merupakan Identitas UPJ sebagai Universitas yang akan mengahasilkan lulusan sebagai Pembelajar seumur hidup berdaya saing tinggi dan peduli lingkungan.Dalam upaya mewujudkan cita-cita tersebut, maka mata kuliah Sustainable Eco Development menjadi salah satu mata kuliah umum yang akan diajarkan selama 2 semester di UPJ, yaitu pada semester pertama diformulasikan ke dalam mata kuliah Pengantar Sustainable Eco Development, sementara untuk mata kuliah pada semester selanjutnya akan diampu oleh masing-masing Prodi (10 Prodi) yang ada di UPJ dengan tetap pada koridor sebagai mata kuliah lanjutan/pengembangan dari Pengantar Sustainable Eco Development.

Tujuan :

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi serta memahami isu-isu global, kesepakatan internasional, kebijakan nasional maupun internasional di bidang lingkungan, program perusahaan, dan kearifan lokal masyarakat terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Dengan memiliki pemahaman yang baik terhadap isu-isu lingkungan, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan Green Mind Set, pola berfikir hijau; mengutamakan kepentingan pelestarian lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan.
  2. Mahasiswa memiliki kemauan kuat untuk mengaplikasikan pemahaman isu global, kebijakan nasional, program perusahaan, dan kearifan lokal masyarakat terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, ke dalam perencanaan aktifitas kegiatan.
  3. Mahasiswa mampu mengimplementasikan setiap kebijakan lingkungan ke dalam penyusunan rencana dan proposal kampanye hijau berdasarkan pada isu global, kebijakan nasional, program perusahaan, dan kearifan lokal masyarakat di bidang lingkungan.

Hasil yang diharapkan :

  1. Mahasiswa paham dan sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan
  2. Mahasiswa menjadi lebih peduli, taat dan patuh terhadap mekanisme dan peraturan-peraturan yang ada terkait dengan isu lingkungan
  3. Mahasiswa menjadi change agent untuk lingkungan
  4. Mahasiswa menjadi lebih kreatif dalam mengoptimalkan setiap peluang yang ada dalam upaya pelestarian potensi sumberdaya alam dan lingkungan
  5. Mahasiswa menjadi enterpreneur berbasis potensi sumberdaya alam dan lingkungan
  6. Mahasiswa menjadi enterpreneur berbasis potensi sumberdaya alam dan lingkungan

Sasaran:

  1. Mahasiswa mengenal dan memahami isu lingkungan sebagai salah satu point penting dalam setiap pengambilan keputusan.
  2. Mahasiswa mampu menyusun Green Campaign Proposal
  3. Mahasiswa mau menerapkan setiap kebijakan lingkungan ke dalam perencanaan kegiatan.
  4. Mahasiswa mampu mengimplementasikan setiap kebijakan lingkungan ke dalam perencanaan kampanye hijau.

Pokok Bahasan Perkuliahan

Sustainable Eco Development (SED) merupakan salah satu pola ilmiah pokok (PIP) di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ).SED diturunkan pada operasionalisasinya menjadi mata kuliah SED I yang dikelola di tingkat universitas dan diikuti oleh mahasiswa dari 10 Program Studi (Prodi) yang duduk di semester 4.Di akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu membandingkan teori yang mereka pelajari melalui pelaksanaan kegiatan kampanye hijau yaitu dengan mengaplikasikan teori ke dalam student project. Setelah SED I, mahasiswa mengambil mata kuliah SED II di Prodi masing-masing

Berbagai Materi yang dibahas dalam SED I antara lain:

1. Prinsip Dasar SED (Tiga Pilar UPJ, Urban dan SED dalam Keseharian)

  • Knowledge dan awareness (prinsip dasar dan konsep SED)
  • Penerapan SED dalam keseharian (secara general, detail di bab

2. Lingkungan dan Populasi

  • Daya Dukung (Carrying Capacity) dan Daya Tampung
  • Jejak Ekologi (Ecological Footprint)

3. Pembangunan Berkelanjutan

  • Lingkungan
  • Sosial - Community Development & Social Change
  • Ekonomi - Kyoto Protokol

4. Perubahan Iklim (Climate Change)

5. Green Policy

  • Local Wisdom
  • Environmental Ethics
  • Environmental Justice

Kompetensi SED

Berdasarkan visi dan misi serta tujuan UPJ, maka kompetensi SED dirumuskan Secara lebih jauh, kompetensi SED tersebut dijelaskan secara elaboratif sebagai berikut:

  1. Kecakapan Komunikasi (Communication Skills), mampu menerima serta mengartikulasikan gagasan dan pemikiran secara efektif baik secara lisan maupun tulisan.
  2. Kepekaan Budaya (Cultural Sensitivity), mampu memahami dan mengapresiasi budaya sendiri dan budaya orang lain, termasuk di dalamnya agama dan kepercayaan, menghayati nilai humanisme dan multikulturalisme dalam membuat keputusan dalam konteks lintas budaya serta terampil dalam bekerjasama dalam kelompok yang beragam.
  3. Penalaran dan Penyelesaian Masalah (Reasoning and Problem Solving), mampu memformulasikan masalah, mengumpulkan gagasan yang relevan, melakukan analisis, sintesis dan evaluasi atas informasi serta mengaplikasikan gagasan dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah yang dikaitkan dengan inovasi dan kreativitas demi kesejahteraan masyarakat.
  4. Integrasi Pembelajaran (Learning Integration), mampu mengintegrasikan gagasan yang datang dari berbagai konteks dan sudut pandang yang berbeda serta tanggap akan perubahan.
  5. Pembelajaran Seumur Hidup (Lifelong learning), mampu berpikir terbuka, berpikir kritis, mengambil inisiatif, mengajukan pertanyaan dan mempertimbangkan gagasan baru demi pengembangan intelektual secara mandiri.
  6. Moral dan Tanggung Jawab Sosial (Moral and Social Responsibilities), mampu menginternalisasikan nilai dan norma akademik, membuat penilaian etik, memperlakukan sesama dengan setara dan adil, bertanggung jawab dalam mengambil resiko yang diperhitungkan, mengembangkan toleransi serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan

Diharapkan setelah mempelajari modul pembelajaran ini, mahasiswa akan memiliki kompetensi yang memadai sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

  • Kognitif : Peningkatan kemampuan kognitif diwujudkan oleh kemampuan mahasiswa menyebutkan, menjelaskan, menguraikan, menganalis, dan mengevaluasi konsep-konsp dari pembelajaran.
  • Afektif : Kemampuan afektif berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berbentuk kemampuan dalam bersikap, bekerjasama, komitmen, percaya diri, jujur, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan mengendalikan diri.Semua kemampuan ini harus menjadi bagian dari tujuan pembelajaran di perkuliahan.
  • Psikomotorik : Kemampuan psikomotorik, tercermin dari kemampuan dalam mewujudkan apa yang sudah dketahui dan dirasakan seperti menempuh seluruh prosedur pembelajaran dengan sikap dan etika yang baik dan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan, bekerjasama dalam kelompok belajar.

Atau dengan kata lain, pada bagian modul SED ini juga dibangun kompetensi karakter yang harus dimiliki mahasiswa dalam memahami dan mempraktekkan SED dalam kehidupan individual maupun kelompok (keluarga, perusahaan atau bernegara). Kompetensi karakter ini disusun dengan pendekatan rumusan kompetensi sebagaimana dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Kompetensi Karakter sesuai Dengan Bidang Kemampuan

BIDANG KEMAMPUAN DESKRIPSI TINGKAT KEMAMPUAN DESKRIPSI TINGKAT KELUASAN DAN KERUMITAN MATERI
KOGNITIF Memahami Orientasi, Semangat, dan jiwa dalam menjalani proses SED
AFEKTIF Menjadi pola hidup (Caracterization) Pedoman dan nilai yang di pegang untuk perubahan prilaku
PSIKOMOTORIK Spontan dan Otomatis (Naturalization) Dalam cara pandang dan menjelaskan terhadap SED

Metode Pemberian Materi

Perkuliahan dilaksanakan secara interaktif melalui perpaduan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, dialog interaktif, analisa studi kasus, studi lapangan, dan penyelesaian tugas. Konsep dan fakta ilmiah setiap pokok bahasan tersebut di atas di sampaikan melalui metode ceramah.Sementara itu, pendalaman konsep melalui diskusi interaktif. Keseluruhan proses belajar mengajar tertuju pada pengembangan kemampuan mahasiswa dalam berfikir kritis, sistematis dan integrasi. Metode diskusi interaktif dimaksudkan untuk mendorong lahirnya kepekaan dan ketrampilan sosial yang dibina melalui penyelesaian tugas secara individual maupun secara berkelompok.

Mata kuliah Sustainable Eco Development diberikan dalam bentuk presentasi melalui infokus, seperti penyampaian berbagai analisa studi kasus lingkungan.Demi mencapai kompetensi SED, maka UPJ merekomendasikan sejumlah model pembelajaran yang berbasis pada Student-Centered Learning (SCL). Tabel 2 menjabarkan secara singkat model-model pembelajaran yang direkomendasikan berikut peran mahasiswa dan dosen agar dijadikan panduan dalam melaksanakan proses belajar mengajar di UPJ.

Tabel 2 Model – model Pembelajaran yang Direkomendasikan

Model Pemberian Materi Peran Mahasiswa Peran Dosen
Introduction and Discovery Learning  Mencari, mengumpulkan dan menyusun informasi yang relevan terkait dengan bahan materi  Menyiapkan bahan, menjelaskan alur pengajaran, presentasi materi, menyediakan petunjuk untuk menelusuri informasi, menjadi fasilitator serta mengulas hasil bersama mahasiswa.
Small Group Discussion Membentuk kelompok kecil, berdiskusi serta mempresentasikan hasil. Merancang diskusi, menyiapkan bahan, menetapkan aturan diskusi, menjadi moderator serta mengulas hasil.
Cooperative Learning Membahas topik sesuai struktur secara berkelompok dengan penekanan pada keterampilan kerjasama. Menyiapkan topik, merancang struktur, memantau proses serta mengulas hasil.
Collaborative Learning Membahas topik yang bersifat open- ended dengan penekanan pada kemampuan membangun konsensus kelompok Menyajikan topik pembahasan, menjadi fasilitator serta mengulas hasil
Contextual Instruction Mempelajari konsep atau teori dengan mengaitkan ke praktik nyata atau studi lapangan Menjelaskan teori, menyusun proses untuk mengaitkan teori dengan situasi nyata serta mengulas hasil..
Project-Based Learning Menghasilkan produk dan/atau kinerja dengan menggali informasi yang kompleks melalui proses terstruktur yang relatif panjang.

Menghasilkan produk dan/atau kinerja dengan menggali informasi yang kompleks melalui proses terstruktur yang relatif panjang.

Problem-Based Learning Mempelajari masalah, melakukan pencarian informasi yang relevan, menata data dan mengaitkannya dengan masalah, kemudian menganalisis strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah Menyiapkan permasalahan, menyediakan petunjuk serta mengulas hasil.

Sumber: Diadaptasi dari Sub Direktorat Kurikulum dan Program Studi (KPS) (2008) Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Tinggi: Sebuah Alternatif Penyusunan Kurikulum Jakarta: Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggia

Evaluasi Pembelajaran SED

Evaluasi merupakan proses sistematis untuk membuat keputusan terkait sejauh mana tujuan pembelajaran berhasil dicapai oleh mahasiswa. Berikut adalah sekelumit contoh evaluasi pembelajaran. Demi mencapai kompetensi SED, maka UPJ merekomendasikan sejumlah evaluasi pembelajaran yang berbasis pada Student-Centered Learning (SCL), antara lain sebagaimana digambarkan dalam table 3.

Tabel 3. Student Centred Learning

Evaluasi Pembelajaran Deskripsi
Logbook Logbook adalah buku catatan tentang proses pembuatan suatu tugas secara kronologis yang memuat opini mahasiswa tentang hal-hal yang dianggap menarik dari materi yang disampaikan dosen, dikaitkan dengan disiplin ilmu serta pengalaman pribadi.
Diskusi Diskusi adalah proses kolaborasi dimana mahasiswa mengajukan gagasan dan pertanyaan juga mendengarkan dan merespon mahasiswa lain, serta memperlakukan sesama secara setara, adil juga saling menghargai.
Presentasi
Presentasi adalah tugas yang memuat poin-poin singkat dan jelas yang disampaikan secara lisan dengan sistematis dan disampaikan menggunakan multi media sebagai alat bantu.
Makalah Makalah adalah tugas yang memuat elaborasi gagasan secara mendalam yang disampaikan secara tertulis dengan jelas, dilengkapi dengan bukti dan referensi pendukung dan disusun dalam rangkaian argumentasi yang logis

Deskripsi Mata Kuliah Download